Berita SMANDA

Kunjungan UINSA dalam rangka kegiatan PKL mahasiswa dan survey Blanded Learning SMANDA

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) mengadakan blusukan ke SMANDA pada Kamis (08/04/2021) dalam rangka survey pelaksanaan Blanded Learning. Rombongan yang diikuti oleh  90 mahasiswa dan 3 dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Matematika, datang sekitar pukul 08.00 WIB. Selepas turun dari bis, lalu  mereka berjalan menuju protokol kesehatan yang disediakan oleh SMANDA dengan tertib.

Di Aula bawah rombongan mahasiswa serta dosen UINSA melaksanakan protokol kesehatan dengan meminum antibiotik, sambil duduk menikmati alunan gending jawa yang dimainkan oleh ekstra karawitan untuk menyambut kedatangan. Salah satu dosen Kaprodi Pendidikan Matematika, Bu Sutini, mengaku tertarik dan senang dengan permainan karawitan tersebut. Beliau tidak menyangka masih ada generasi sekarang yang senang memainkan musik tradisional tersebut.

Selanjutnya, panitia dari OSISPK membagi mahasiswa dalam 10 kelompok berisi 9 orang untuk berjalan mengelilingi SMANDA, dimulai dari aula bawah kemudian berjalan menuju area musholah dan kelas 12, lalu berakhir di area kelas 11.

“Saya terkesan dengan sekolah ini. Sekolahnya bersih banget, asri, hijau, beda dengan di daerah Surabaya. Disini hawanya dingin, jadi bikin ngantuk.” kata Zuma, salah satu mahasiswa setelah berkeliling area SMANDA.

Zuma juga senang dengan penerapan protokol kesehatan di SMANDA. Sebab, di setiap lokasi selalu ada penyemprotan handsanitizer dan sistem jaga jarak tetap diperhatikan. Oleh karena itu, ia berharap jika sistem protokol seperti itu harus dipertahankan, terutama dari pelaksananya yang lama-kelamaan akan malas dan bosan jika terus menjalani kebiasaan yang sama.

Mahasiswa ditunjukkan aktivitas blanded learning yang diselenggarakan SMANDA dipandu oleh pengurus OSISPK dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Ada kelas yang menggunakan zoom ada juga yang tidak, pertanyaan saya untuk kelas yang tidak menggunakan zoom apakah terdapat penugasan tersendiri?” tanya Dwiki, salah satu mahasiswa prodi pendidikan matematika. Tim redaksi menanggapi bahwasanya kelas yang tidak menggunakan zoom tetap diberikan tugas melalui jejaring telegram. Selain itu, tim menegaskan juga bahwa pembelajaran daring di SMANDA dilaksanakan melalui dua platform, yaitu via zoom dan telegram. Pembelajaran via zoom biasanya hanya dilakukan ketika diberlangsungkan pembelajaran tatap muka, karena aplikasi zoom memakan banyak kuota. Jika tidak ada, maka pembelajaran tetap berlangsung via telegram.

Sekitar pukul 08.42 para mahasiswa digiring menuju aula atas. Disana mereka disuguhkan oleh tarian khas Pasuruan yaitu Pasuruan Gemuyuh yang dibawakan oleh 5 rekan dari ekstra tari. Selepas menikmati tarian, mahasiswa dan semua orang di aula dipersilahkan berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama.

Pukul 09.00, Pak Luki selaku kepala sekolah SMANDA memberikan sambutan-sambutan kepada para tamu, kemudian dilanjut sambutan dari pihak UINSA, Bu Dr. Sutini. Acara berikutnya yaitu pemaparan tentang SMAN 1 Pandaan dari Bapak Dr. Faturakhman yang mengulas tentang sejarah SMANDA dari awal pendirian hingga sekarang. Lalu dilanjutkan oleh Pak Imad dengan mengulas deretan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh manusia-manusia hebat SMANDA dalam berbagai bidang. Tak lupa beliau juga memperlihatkan alumni-alumni SMANDA yang sukses dengan segudang prestasi dan jabatan yang diperolehnya. Alasan tersebutlah yang membuat pihak UINSA memilih SMANDA sebagai tempat kunjungan para mahasiswa. Selain hal tersebut, mahasiswa juga mengaku jika sistem blanded learning SMANDA bagus sehingga patut dicontoh oleh sekolah lainnya.

Selepas itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai manajemen pembelajaran matematika oleh Bapak Mohammad Djasuli, selaku dosen dari UINSA. Beliau memaparkan banyak hal mengenai pembelajaran matematika dan juga pentingnya matematika dalam kehidupan.

Sekitar pukul 12.00, acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Bapak Moh. Jasimin selaku pembina OSISPK. Setelah sesi berdoa selesai, acara selanjutnya yaitu pertukaran cinderamata antara pihak SMANDA dengan UINSA. SMANDA memberikan seperangkat alat kesehatan seperti masker, handsanitizer, dan juga sabun cuci tangan hasil buatan siswa-siswi SMANDA kepada pihak UINSA. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

Harapan yang diiinginkan oleh Bu Sutini tentang sistem pembelajaran berikutnya. “Mudah-mudahan pembelajaran dapat segera normal kembali. Inovasi-inovasi ketika pembelajaran daring semoga dapat diterapkan dalam pembelajaran luring.” Hal itu pula yang diharapkan oleh mahasiswa yang lain.

Reporter : Adinda Isya Rahma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *