Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus membawa pesan mendalam bagi umat Islam, terutama mengenai kewajiban melaksanakan salat lima waktu. Dalam rangka memperingati peristiwa tersebut, SMA Negeri 1 Pandaan kembali menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H pada Rabu (11/02/26) di Masjid Al-Azhar SMA Negeri 1 Pandaan dengan suasana yang khidmat dan penuh makna.
Sebelum rangkaian acara dimulai, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilaksanakan hingga pukul 08.20 WIB. Setelah itu, seluruh siswa-siswi dan guru bersiap menuju Masjid Al-Azhar untuk mengikuti kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj.
Acara diawali dengan penampilan grup Al-Banjari yang membawakan sholawat dengan penuh semangat sehingga mampu menciptakan suasana religius dan khidmat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’ dan resmi dibuka oleh pembawa acara. Dilanjutkan sambutan yang disampaikan oleh Bapak M. Khamdi, S.Pd. dan Bapak Imad, S.S.
Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini menghadirkan penceramah, Bapak Dr. H. Abu Nasir, M.Ag., yang memaparkan secara mendalam perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, serta hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, siswa-siswi mengikuti acara dengan penuh perhatian dan antusiasme. Hal ini menjadikan Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini sebagai salah satu momen religius yang berkesan bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Pandaan.
Ketua pelaksana kegiatan, Syafa’Ur Rosul, turut menyampaikan kesan dan pesannya. “Makna Isra’ Mi’raj bagi pelajar adalah pentingnya konsisten dalam menjalankan salat lima waktu, serta menumbuhkan keberanian dan kesabaran dalam menghadapi segala tantangan,” ujarnya.
Melalui Peringatan ini, siswa-siswi SMA Negeri 1 Pandaan diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah serta menjadikan salat bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Qeisya Pramitha Arifin & Rizka Ramadhani Rahayu
