SMAN 1 Pandaan Gelar Pondok Pesantren Kilat Ramadan 1447 H, Membentuk Generasi Qurani yang Santun dan Kreatif

Pandaan – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang edukatif dan bermakna, SMA Negeri 1 Pandaan kembali menyelenggarakan Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan ini mengusung tema “Ramadan Edukatif Demi Terwujudnya Generasi Qurani yang Santun, Cerdas, dan Kreatif.” Tema tersebut sejalan dengan slogan sekolah, “Aku SMANDA REK” (Religius, Empati, Kreatif), yang menjadi karakter utama dalam pembentukan kepribadian siswa. Melalui kegiatan ini, para peserta didik diajak memperdalam nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan sikap empati, kreativitas, dan kepedulian sosial selama bulan Ramadan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Pesantren Kilat Ramadan tahun ini dilaksanakan selama dua minggu, mulai Senin (23 Februari 2026) hingga Kamis (5 Maret 2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI yang dibagi ke dalam beberapa sesi, dengan masing-masing enam kelas per angkatan setiap harinya. Kegiatan perdana diawali oleh siswa kelas X-A hingga X-F pada hari pertama, kemudian dilanjutkan secara bergilir sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia hingga ditutup oleh kelas X-G hingga X-L pada hari terakhir pelaksanaan.

Pesantren Kilat Ramadan dimulai setiap pada pukul 09.00 WIB dengan kegiatan absensi dan pengecekan barang bawaan peserta. Setelah itu, siswa melaksanakan salat Duha berjamaah sebagai pembuka kegiatan ibadah harian. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan setoran hafalan surat-surat pendek, yakni dari Surah Ad-Dhuha hingga Al-Lail pada hari pertama serta Surah Al-Qadr hingga Al-Adiyat pada hari kedua. Sambil menunggu waktu salat Zuhur, para peserta juga mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an, di mana beberapa siswa dipilih secara acak untuk membaca ayat suci Al-Qur’an di hadapan peserta lainnya. Setelah salat Zuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi keislaman yang dibagi menjadi dua sesi. Usai sesi pertama, peserta melaksanakan salat Asar berjamaah sebelum kembali mengikuti sesi materi berikutnya.

Materi yang disampaikan selama Pesantren Kilat Ramadan dirancang variatif dan relevan dengan kehidupan siswa. Pada minggu pertama, peserta kelas X menerima materi tentang salat, thaharah, zakat, dan hari raya, sedangkan siswa kelas XI mendapatkan materi Oase Al-Qur’an serta pembahasan mengenai sains dalam perspektif Islam. Memasuki minggu kedua, materi semakin beragam. Peserta kelas X memperoleh pembelajaran tentang wawasan kebangsaan dan Aswaja, sementara siswa kelas XI mempelajari sejarah dan makna Ramadan serta fikih dan adab puasa.

Selain kegiatan pembelajaran, Pesantren Kilat Ramadan juga menghadirkan kegiatan sosial berupa Takjil on the Road. Beberapa perwakilan siswa dari tiap kelas turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di sekitar sekolah. Sementara itu, siswa lainnya mempersiapkan buka puasa bersama di kelas. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, sebelum akhirnya ditutup dengan absensi kepulangan sekitar pukul 20.15 WIB.

Ketua pelaksana kegiatan dari OSIS, Syafa’ur Rasul, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini adalah keterbatasan waktu persiapan. “Waktu persiapan yang relatif singkat membuat panitia harus bekerja lebih cepat dan ekstra agar seluruh kebutuhan acara dapat terpenuhi. Namun berkat kerja sama dan koordinasi yang baik, kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi semua pihak,” ujarnya.

Antusiasme juga datang dari para peserta. Salah satu siswa kelas X-K, Muhammad Bagas Putrason Pradana, mengaku sangat menikmati rangkaian kegiatan pesantren kilat, terutama saat buka bersama dan salat Tarawih berjamaah bersama teman-temannya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan kualitas materi yang semakin menarik di masa mendatang.

Melalui Pesantren Kilat Ramadan 1447 H ini, SMAN 1 Pandaan berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, santun, serta peduli terhadap sesama. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran spiritual yang mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah selama bulan suci Ramadan.

Repoter: Aulia Anggraini dan Jasmine Ufairoh